Mengambil Ilmu Sekedar Kemampuan

21 Feb 2026

Para Salaf hanya mengambil ilmu sekedar kemampuan mereka, tidak akan berpindah ke masalah berikutnya hingga benar-benar menguasai dan memahami apa yang telah mereka ketahui itu, akan tetapi mereka melakukan hal ini secara terus menerus dan dalam waktu yang lama, sehingga benar-benar seperti pepatah “sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.”

Berkata Khathib al-Baghdadi: ”Janganlah seorang penuntut ilmu mengambil kadar yang dia tak sanggup menanggungnya, hendaknya ia hanya mengambil bagian yang sedikit yang benar-benar mampu dikuasainya, kokoh dalam menghapal dan memahaminya.”

 Berkata pula Ismail bin ’Ulayyah: ”Aku mendengar dari Ayyub lima (hadits ) saja, dan jika  dia membawakan kepadaku sejumlah hadits yang lebih banyak, aku sama sekali tak menginginkannya.”

 Berkata Sufyan ats-Tsauri : ”Aku mendatangi A’masy dan Manshur, aku mendengar beberapa hadits, yaitu sejumlah lima buah hadits, lalu aku pun beranjak pergi, aku takut dia akan membawakan  lebih banyak lagi hadits yang disampaikan hingga akhirnya lenyap dari ingatanku.”

 Syu’bah berkata :”Aku mendatangi Qatadah, lalu aku menanyainya tentang dua buah hadits, ia pun memberitahukannya kepadaku, kemudian ia berucap, ”Maukah aku tambahkan lagi hadits yang lainnya? Jawabku : ”Jangan dulu, hingga aku benar-benar menghafal dan memahaminya dengan kokoh . [al-Jaami’ li Akhlaqir Rawi 1/354-356]

Mungkin kita akan bergumam, mudah sekali kalau begitu. Ya benar, sangat mudah jika hanya sekedar menghafalnya, tapi tidak begitu, karena mereka tidak hanya menghafalnya, tapi juga memahaminya, mengkaji hal-hal yang terkait dengan apa yang mereka pelajari itu, jadi misalkan sebuah hadits akan dibahas bagaimana pemahamannya, para perawinya dan juga pengamalannya. Maka bayangkan jika sebagaimana yang disebutkan mereka menguasai lima buah hadist saja, hal tersebut telah membuat waktu yang mereka miliki menjadi semarak dengan aktivitas keilmuan. Intinya memang semampu kita, jika mampunya hanya satu atau dua hadits, itulah yang kita lakukan. Coba kita tengok ke belakang, apakah selama ini kita seperti itu, apakah dengan berlalunya masa demi masa dan kita mengusai sejumlah 360 hadits jika kita hanya mempelajari satu hadist saja dalam sehari??

 Ust. Habibi Ihsan al-Martapury Rahimahullah