Tentang

PROFIL YAYASAN MARKIZ DAARUL QUR’AN WAS SUNNAH

Pesantren murah di kota Pekanbaru, tahfid di Riau, Pondok Tahfidz di Riau, pondok anak yatim terdekat, biaya pondok pesantren yang murah

Segala puji hanya bagi Allah Rab yang memelihara seluruh alam dan mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Nabi panutan yang telah menebarkan dakwah tauhid ke tengah manusia sehingga mengenalkan kepada mereka tentang hak-hak Rabb yang telah menciptakan mereka. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba pilihan-Nya yang rela untuk mempersembahkan jiwa, raga, dan harta kita di jalan-Nya. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya yang merasa takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah orang-orang yang berilmu.” (QS. Fathir: 28)

Sesungguhnya mewujudkan sebuah masyarakat yang beriman, bertakwa, dan berhias dengan rasa takut kepada Allah merupakan cita-cita mulia kita. Gerak langkah perjuangan ini sudah kita mulai bersama di Rantau Kampar Kiri melanjutkan perjuangan para pendahulu dakwah ini. Kampar Kiri adalah kecamatan induk dari Rantau Kampar Kiri yang sekarang telah mekar menjadi 6 kecamatan. Kampar Kiri dulu adalah wilayah di bawah kawasan kerajaan Gunung Sahilan yang sekarang mekar menjadi kecamatan Gunung Sahilan. Sebuah Kerajaan Islam dengan rakyatnya yang memiliki semboyan adat istiadat “Adat Bersendi Syara’, Syara’ Bersendi Kitabullah”. Penduduk asli Masyarakat Kampar Kiri beragama Islam, sejak agama yang haq ini dibawa oleh Syaikh Burhanuddin di bumi Kampar Kiri ini. Kita berharap masyarakat dan seluruh elemennya terutama generasi muda yang akan melanjutkan estafet peradaban umat agar menjadi generasi yang tumbuh di atas nilai-nilai Qur’ani berkarakter iman dan adab, membangun peradaban umat yang gemilang di bawah naungan ridha Ar-Rahman.

Yayasan ini adalah yayasan ke 2 setelah yayasan Tauhidul Ummah al-Islamiyyah yang bergerak dibidang dakwah, sosial dan pendidikan di rantau Kampar Kiri ini. Pada awalnya Yayasan Tauhidul Ummah al-Islamiyyah hadir untuk menaungi setiap kegiatan dakwah, sosial dan pendidikan di Lipatkain. Akan tetapi setelah beberapa waktu berjalan banyak didapati kesulitan dalam pengelolaan dan administrasi maka Ponpes Markiz Daarul Qur’an was Sunnah dinaungi oleh Yayasan Markiz Daarul Qur’an was Sunnah. Walhamdulillah setelah perombakan administrasi yang diterapkan membuahkan hasil yang signifikan sehingga Ponpes Markiz semakin mudah berkembang.

Yayasan Markiz Daarul Qur’an was Sunnah Lipatkain adalah suatu lembaga yang berkonsentrasi menebarkan nilai-nilai Qur’ani di tengah-tengah masyarakat guna mewujudkan Peradaban Umat yang gemilang dan diberkahi Allah bersama tokoh-tokoh masyarakat dan muhsinin senantiasa berupaya menghadirkan program-program keumatan dan pendidikan. Nama Pesantren ini adalah Markiz Daarul Qur’an was Sunnah Lipatkain. Markiz berarti berarti tempat tinggal atau pusat kegiatan, Daar artinya Rumah atau Kampung. Jadi Markiz Daarul Qur’an was Sunnah berarti Pusat Kegiatan Pembelajaran Qur’an dan Sunnah. Semoga Allah anugerahkan agar pondok ini menjadi pusat kegiatan dakwah Tauhid dan menjadi cikal bakal perkampungan Sunnah dengan program-program dakwah serta pendidikan Qur’an dan hadits Nabi shalllallahu ‘alaihi wa sallam berdasarkan bimbingan salaful ummah.

Sejarah berdirinya Markiz ini berawal dari kegiatan dakwah Ust. Firdaus Basyir kepada remaja-remaja melalui kegiatan Remaja Masjid Baitul Huda dan Rohis di SMA Negeri 1 Kampar Kiri di Lipatkain. Maka ketika itu ada beberapa orang remaja yang aktif mengikuti kajian dan kegiatan keagamaan bersama beliau. Kemudian ber-lanjut dengan membangun sebuah bangunan kecil ukuran 4 x 6 meter persis di samping rumah beliau, yang mana pada saat itu anak-anak remajalah yang turun tangan bergotong-royong untuk membantu pembangunan pondasinya. Bangunan ini pada awalnya direncanakan untuk tempat para remaja yang bersedia tinggal dan belajar agama disana dengan istilah metode mulazamah (menyertai guru), akan tetapi rencana kegiatan tidak terealisasi. Pembangunan rumah ini sempat terhenti beberapa bulan karena kendala finansial pembangunan.

Kemudian bangunan kecil itu pun dilanjutkan lagi dengan dukungan muhsinin dan orang tua beliau, Jazaahumullahu Khairan. Saat itu sudah mulai ada kajian-kajian Sunnah di salah satu masjid yang diisi oleh ustadz-ustadz dari Pekanbaru yang sengaja diundang oleh Ustadz Firdaus bersama beberapa teman-teman yang sudah mulai mendapat hidayah sunnah.

Setelah bangunan kecil ini selesai dan melihat mashlahat dakwah maka seluruh kegiatan ta’lim beliau pindahkan ke sini. Kemudian fokuslah kegiatan ta’lim dan dakwah sunnah di bangunan kecil ini yang selanjutnya difungsikan sebagai Mushalla. Beberapa orang ustadz dari luar daerahpun rutin mengisi kajian dan dauroh yang di taja di mushalla ini. Sungguh kajian di sini sangat berkesan indah, bahkan beberapa ikhwan pun merasakan bagaimana berkahnya duduk bersama belajar di majelis ini.

Setelah setahun lebih mengaji di Mushalla ini, Allah pun memberikan karunianya untuk membangun masjid yang diwaqafkan oleh seorang muhsinin dari kota Madinah atas nama Yayasan Ibnu Katsir Pekanbaru. Masjid baru itu berukuran 10 x 12 meter. Sejak itu kajian-kajian pun semakin rutin, baik yang dibimbing oleh Ustadz Firdaus sendiri maupun dari asatidz ahlus sunnah dari Pekanbaru dan dari daerah lainnya. Kemudian kegiatan di masjid ini dilanjutkan juga dengan Program Tahfizh Al-Qur’an untuk anak-anak SD setelah sholat ‘ashar, dimana anak-anak menghafal Al-qur’an dengan metode talqin.

Demi mashlahat dan kebutuhan dakwah, terlebih lagi karena masih banyaknya kaum muslimin yang kurang mampu untuk menyekolahkan anaknya ke pondok pesantren, maka dengan modal semangat dan pertolongan Allah Ta’ala bersama ikhwah pemuda yang dulu mengaji bersama Ustadz Firdaus Basyir mulailah dibangun asrama untuk santri ikhwan sehingga inilah awal mula berdirinya pondok pesantren yang diberi nama Markiz Daarul Qur’an was Sunnah atau dikenal dengan sebutan Markiz Lipatkain dengan tidak menetapkan biaya pendidikan atau gratis. Saat itu bertepatan dengan bulan Ramadhan tahun 1436 Hijriyah atau 2015 Miladiyah.

Sedari awal berdirinya pondok ini, Ustadz Firdaus selaku pendiri dan sekaligus pimpinan pondok, bertekad untuk membuat pondok yang sederhana walaupun hanya ada 10 orang santri. Tapi ternyata diluar dugaan berdatangan santri dari berbagai daerah yang jumlahnya mencapai 24 orang dan semakin hari terus bertambah. Ternyata pondok sederhana ini banyak diminati karena tidak dipungut biaya dan tidak dibatasi usia. Alhamdulillah selama 4 (empat) tahun berdiri jumlah santri yang belajar di Markiz Daarul Qur’an was Sunnah berjumlah kurang lebih 150 orang yang datang dari berbagai kabupaten dan Provinsi.

Adapun biaya operasional kegiatan di Markiz ini tidak ditetapkan biaya (gratis). Belajar meyakini dan terinspirasi oleh perkataan Syaikh Muqbil bin Haadi Al-Wadi’i “Laa Tu’aliqud Da’wah Bi Syakhsin Fain Maata Maatatid Da’wah “Jangan gantungkan nasib dakwah terhadap seseorang (anak manusia) jika ia mati, mati pulalah da’wah” tetapi “Wa ‘alliquuha billah Fainnahu hayyun alladzi laayamuutu” gantungkanlah kepada Allah Zat yang maha hidup yang hidupnya tidak akan pernah mati.

Setelah beberapa tahun berjalan, Allah semakin membuka pintu untuk mewujudkan visi dan misi Yayasan Markiz Daarul Qur’an was Sunnah. Mulai dari kunjungan-kunjungan beberapa orang masyaikh dan asaatizh ahlus sunnah. Diantara karunia besar adalah kerendahan hari ustadz Abu Yusuf Akhmad Ja’far untuk ikut bergabung berjuang membantu kegiatan dakwah dan pendidikan di rantau Kampar Kiri. Hal ini bermula ketika ust Abu Yusuf hendak ke Riau karena rupanya beliau mendapat jodoh di tanah melayu ini. Sejak itu lah ust Abu Yusuf diminta bergabung oleh ust Firdaus untuk membantu dakwah dan pendidikan di Markiz, hingga pada saat ini beliau sudah menjadi bagian dari Yayasan Markiz. Dengan panjang lebar ustadz Firdaus bercerita tentang program dakwah di Rantau Kampar Kiri kepada ustadz Abu Yusuf, bagaimana lika liku dan perjuangan dakwah itulah diantara asbab yang menarik hati ust Abu Yusuf sendiri. Semenjak itulah Markiz Daarul Qur’an was Sunnah semakin Allah berikan kemudahan untuk membuka program-program keumatan lainnya.

Markiz, berjalan dengan segala kekurangannya, sehingga Allah pun menggerakkan hati para muhsinin untuk membantu. Ada yang bersedia menjadi donatur tetap dan donatur tidak tetap. Walaupun demikian Allah senantiasa memberi karunia untuk bisa bertahan dengan metode seperti ini. Haadza Fadhlullah, Walhamdulillah. Seperti tekad awal pondok ini mengajarkan dan memberdayakan santri untuk berwirausaha seperti ternak kambing, kolam ikan, pertukangan, pertanian dan perkebunan. Semoga Allah Ta’ala senantiasa memberikan keberkahan sehingga pondok ini tetap eksis sampai akhir zaman nanti, insya Allah.

Sejalan dengan visi dan misinya Pondok Pesantren Markiz Daarul Qur’an Was Sunnah yang berada dibawah naungan Yayasan Markiz Daarul Qur’an Was Sunnah Lipatkain, bermaksud ingin mewujudkan terbentuknya suatu pusat program pendidikan karakter iman dan adab sesuai dengan metode dan tahapan pendidikan yang diajarkan oleh Rasul Shallallahu ‘alaihi wasallam dan menjadi pusat peradaban Islam di bumi Kampar Kiri.

Jika suatu saat Allah kehendaki menjadi kampung, jadilah Kampung Peradaban Islam, kemudian menjadi kota, jadilah Kota Peradaban Islam, dan jika Allah takdirkan menjadi Negeri Peradaban Islam sebagai Pusat Peradaban Islam di masa depan